ETUA PA KRAKSAAN HADIRI PELANTIKAN WAKIL KETUA DAN KETUA PENGADILAN AGAMA DI WILAYAH PTA SURABAYA
Surabaya (25/06/2025) — Ketua Pengadilan Agama Kraksaan, Drs. Zainal Arifin, M.H., didampingi oleh Panitera, Syaiful Arifin, S.H., M.H., dan Sekretaris, Abdul Kodir, S.Ag., M.M., menghadiri acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Wakil Ketua dan Ketua Pengadilan Agama di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa pagi, 25 Juni 2025, pukul 08.30 WIB, bertempat di Aula Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Acara pelantikan dihadiri oleh para Hakim Tinggi PTA Surabaya, Panitera, Sekretaris, serta para anggota Dharmayukti Karini. Selain itu, turut hadir seluruh Ketua, Panitera, dan Sekretaris Pengadilan Agama se-wilayah hukum PTA Surabaya sebagai bentuk dukungan terhadap para pejabat yang baru dilantik.

Kegiatan Pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah Dra. Hj. Muhayah, S.H., M.H., sebagai Wakil Ketua PTA Surabaya. Pelantikan ini berlangsung bersamaan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 9 Ketua Pengadilan Agama se-Jawa Timur yang baru.

Setelah serangkaian prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas secara bersama-sama oleh para pejabat yang dilantik. Selanjutnya, dilaksanakan pula serah terima jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru di lingkungan Pengadilan Agama se-wilayah PTA Surabaya. Serah terima ini menandai dimulainya tugas dan tanggung jawab baru bagi para pimpinan satuan kerja yang telah dilantik.

Pada sesi terakhir, Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., menyampaikan sambutan penutup yang sarat makna dan arahan strategis bagi para pimpinan pengadilan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan tiga pesan utama, yang pertama Pemimpin sebagai seorang Imam, “Seorang ketua pengadilan itu adalah imam, maka harus selangkah lebih depan/maju dari yang dipimpin. Pimpinan harus berada di depan, menjadi pengarah dan penggerak,” tegasnya. Yang Kedua Pemimpin adalah khoidun — sosok teladan, contoh, dan panutan (role model) dalam sikap, integritas, dan etos kerja. Yang terakhir Pemimpin juga adalah rijal — pribadi yang berani, tegas, dan tangguh. “Masalah tidak boleh dihindari, harus dihadapi dan diselesaikan. Jangan lari dari tanggung jawab,” pesan beliau dengan tegas. Sambutan tersebut menjadi penutup dari rangkaian acara yang berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan.









