JoomlaLock.com All4Share.net

Dasar Hukum berdirinya Pengadilan Agama Kraksaan :

 

Kota Kraksaan yang saat ini menjadi kota Kecamatan, pada awalnya adalah Ibu Kota Kabupaten Kraksaan yang dipimpin oleh seorang Bupati terahir bernama Ky. Ronggo, dengan struktur pemerintahan Eksekutif, Yudikatif dan Legeslatif, wilayah kekuasaan / Yuridiksi meliputi 14 Kecamatan yang kemudian dilebur menjadi satu Kabupaten Probolinggo. Setelah kemerdakaan Republik Indonesia, maka pada tahun 1945, disponsori oleh tokoh Ulama Pengadilan Agama di Kraksaan dibangun tegakkan kembali dengan berlandaskan stablat 152 tahun 1882 dengan yuridiksi meliputi bekas wilayah hukum Kabupaten Kraksaan yang terdiri 14 Kecamatan:

  1. Kecamatan Dringu;
  2. Kecamatan Gending;
  3. Kecamatan Banyuanyar;
  4. Kecamatan Maron;
  5. Kecamatan Gading;
  6. Kecamatan Krucil;
  7. Kecamatan Tiris;
  8. Kecamatan Pakuniran;
  9. Kecamatan Besuk;
  10. Kecamatan Kotaanyar;
  11. Kecamatan Paiton;
  12. Kecamatan Kraksaan;
  13. Kecamatan Pajarakan;
  14. Kecamatan Krejengan.

Keberadaan Pengadilan Agama Kraksaan yang semula berdasarkan hasil kesepakatan tokoh Ulama dengan bersendikan pada stablat 152 tahun 1882, kemudian diperkokoh keberadaannya dengan terbitnya :

  • Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan;
  • Peraturan Pemerintah Nomor: 9 tahun 1975 tentang pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974;
  • Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama;
  • Kompilasi Hukum Islam
  • Undang-Undang Nomor 3 tahun 2006 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989.

Yuridiksi Pengadilan Agama Kraksaan

Dalam menjalankan fungsinya sebagai badan peradilan, Pengadilan Agama Kraksaan semula mengikuti yuridiksi Kabupaten Kraksaan a quo Kabupaten Probolinggo hasil peleburan meliputi 14 Kecamatan yakni :

  1. Kecamatan Dringu;
  2. Kecamatan Gending;
  3. Kecamatan Banyuanyar;
  4. Kecamatan Maron;
  5. Kecamatan Gading;
  6. Kecamatan Krucil;
  7. Kecamatan Tiris;
  8. Kecamatan Pakuniran;
  9. Kecamatan Besuk;
  10. Kecamatan Kotaanyar;
  11. Kecamatan Paiton;
  12. Kecamatan Kraksaan;
  13. Kecamatan Pajarakan;
  14. Kecamatan Krejengan.

Kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: tentang pemekaran wilayah Kabupaten Probolinggo jo Keputusan Mahkamah Agung RI Nomor: KMA/004/SK/II/1991 tentang Organisasi dan Teta Kerja Kepaniteraan Pengadilan Agama, yudridiksi Pengadilan Agama Kraksaan berubah menjadi 24 kecamatan terdiri dari:

  1. Kecamatan Dringu, meliputi 14 Desa;
  2. Kecamatan Gending, meliputi 13 Desa;
  3. Kecamatan Banyuanyar, meliputi 14 Desa;
  4. Kecamatan Maron, meliputi 18 Desa;
  5. Kecamatan Gading, meliputi 19 Desa;
  6. Kecamatan Krucil, meliputi 14 Desa;
  7. Kecamatan Tiris, meliputi 16 Desa;
  8. Kecamatan Pakuniran, meliputi 17 Desa;
  9. Kecamatan Besuk, meliputi 14 Desa;
  10. Kecamatan Kotaanyar, meliputi 13 Desa;
  11. Kecamatan Paiton, meliputi 20 Desa;
  12. Kecamatan Kraksaan, meliputi 18 Desa;
  13. Kecamatan Pajarakan, meliputi 12 Desa;
  14. Kecamatan Krejengan, meliputi 17 Desa;
  15. Kecamatan Tegalsiwalan, meliputi 12 Desa;
  16. Kecamatan Leces, meliputi 10 Desa;
  17. Kecamatan Bantaran, meliputi 10 Desa;
  18. Kecamatan Kuripan, meliputi 7 Desa;
  19. Kecamatan Sumber, meliputi 9 Desa;
  20. Kecamatan Wonomerto, meliputi 11 Desa;
  21. Kecamatan Sukapura, meliputi 12 Desa;
  22. Kecamatan Sumberasih, meliputi 13 Desa;
  23. Kecamatan Tongas, meliputi 14 Desa;
  24. Kecamatan Lumbang, meliputi 10 Desa;

Kepemimpinan Pengadilan Agama Kraksaan:

 

Dalam perjalannya Pengadilan Agama Kraksaan yang semula dipimpin oleh Ky. Ahmad Zabidi sebagai Ketua, sesuai hasil kesepakatan dalam pembentukan kembali Pengadilan Agama Kraksaan, selanjutnya rotasi kepemimpinan Pengadilan Agama Kraksaan berlangsung sebagai berikut :

  1. Ky. Ahmad Zabidi 1945 - 1946
  2. Ky. Nawawi 1946 - 1950
  3. Ky. Syarqowi 1962 - 1967
  4. Ust. Umar Al Hamid 1967 - 1978
  5. Drs. Munawir 1978 - 1995
  6. Drs. H. Marsaid, S.H., M.H. 1995 - 1999
  7. Drs. H. Muhtadin, SH 1999 - 2002
  8. Drs. H. Mafrudin Maliki, SH 2002 - 2006
  9. Drs. Muzni Ilyas, SH 2006 - 2009
  10. Drs. Mohammad Taufiq, M.H. 2009-2010
  11. Drs. Abdullah, S.H., M.H. 2010 - 2012
  12. Dra. Lilik Muliana, S.H., M.H. 2012 - 2016
  13. Dra. Hj. Lailatul Arofah, M.H. 2016 - sekarang

Rotasi kepemimpinan Pengadilan Agama Kraksaan, baru diatur secara structural fungsional sejak periode ketiga, pada masa kepemimpinan Ky. Syarqowi.

 

Visi

1. Terwujudnya Pengadilan Agama Kraksaan Yang Agung

 

Misi

 

1. Menjaga martabat dan kemandirian Pengadilan Agama Kraksaan

2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan dan berbasis teknologi informasi

3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Pengadilan Agama Kraksaan

4. Meningkatkan kredibilitas, akuntabilitas dan transparansi Pengadilan Agama Kraksaan

 

Read 58 times Last modified on Monday, 21 January 2019 12:21
Share this article
More in this category: SK Mediator Non Hakim »

About author

rudydarajat

Email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Hubungi Kami

 

Pengadilan Agama Kraksaan

Jl. Mayjend Sutoyo No.69, Patokan, Kraksaan,

       Probolinggo, Jawa Timur 67282

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

0335-841213
0335-843400

Total Pengunjung

01021655
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
259
456
14751
793623
1020784
871
1021655
Your IP: 54.90.204.233
2019-02-21 14:25

Jam Operasional

Ikuti Kami

Masukkan alamat email anda untuk mengikuti berita kami !

_____________________________________________ 

    

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…